Web Statis dan Web Dinamis, Apa Saja Perbedaannya?

Seiring berkembangnya teknologi, internet turut mengalami perubahan dari berbagai sisi. Saat ini, hampir seluruh penduduk dunia dapat mengakses internet. Dalam mengakses internet anda dapat memakai perangkat seperti telepon genggam, komputer, dan tablet. Salah satu penggunaan internet yang paling sering adalah website. Namun, apakah anda mengetahui perbedaan antara web statis dan web dinamis?

Sebagai pengguna internet, tentu saja anda pernah mengakses website. Website memiliki berbagai informasi dari segala macam sisi yang sedang populer. 

Hal tersebut meliputi berita, media hiburan, olahraga, e-commerce, jejaring sosial, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, website hadir dalam web statis dan web dinamis. 

Dimana letak perbedaannya? Tak perlu khawatir dan bertanya-tanya, karena pada artikel berikut akan mengulas perbedaan web statis dan web dinamis. Simak ulasan dengan baik ya!

Website Statis

Website statis memiliki definisi sebagai situs yang berisi berbagai informasi yang tetap. Konteks dalam hal ini adalah tidak ada perubahan konten pada situs web. 

Hal ini menyebabkan ketika web statis telah terbit maka tidak ada kemungkinan untuk mengubah konten situs tersebut. Disamping itu, perubahan dapat terjadi namun perlu akses manual untuk melakukannya.

Website Dinamis

Setelah mengetahui definisi website statis, maka saatnya adalah definisi website dinamis. Situs web dinamis merupakan website yang hadir dengan tatanan bermacam-macam dan berisi banyak konten. 

Hal ini selaras dengan penamaan dinamis yang membuat konten dalam situs ini bisa berbagai macam dan berubah.

Baca Juga:  Kelemahan Web Framework Perlu Diketahui

Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis

Kedua jenis website ini sekilas mungkin terlihat sama. Tetapi pada dasar dan penggunaannya, kedua situs web ini memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan tersebut? Berikut adalah ulasan mengenai perbedaan web statis dan web dinamis.

1. Perbedaan Database pada Web Statis dan Web Dinamis

Database bertugas untuk menyimpan keseluruhan data dalam sebuah situs. Dalam situs statis dan dinamis tentu memiliki perbedaan yang besar pada database. Penggunaan database pada website statis hadir dengan ukuran yang lebih kecil daripada untuk website dinamis.

Hal ini terjadi karena dalam website dinamis memerlukan database yang besar karena konten atau informasi dalam situs selalu mengalami perubahan. 

Sehingga berbanding terbalik dengan website statis yang tidak memiliki isi konten yang berubah-ubah.

2. Perbedaan Sistem Bahasa Dalam Pemrograman

Selain database, terdapat perbedaan antara situs statis dan dinamis yakni ada pada bahasa pemrograman. Bagi website statis yang berisi konten tetap dan tidak berubah, maka bahasa yang diaplikasikan adalah HTML dan CSS. 

Sedangkan situs dinamis dengan database lebih besar serta berisi berbagai konten yang berubah-ubah maka bahasa yang digunakan seperti CSS,PHP,HTML,ASP dan Javascript.

3. Perbedaan Durasi Pembuatan

Setelah mengetahui jenis bahasa pemrograman yang terdapat pada kedua jenis website ini, tentunya hal tersebut berdampak pada lama waktu pembuatan. 

Situs web dengan penggunaan database lebih kecil dan bahasa pemrograman yang tidak rumit seperti website statis memerlukan durasi yang lebih cepat. 

Berbanding terbalik dengan situs dinamis yang memiliki database lebih besar dan bahasa pemrograman lebih rumit. Maka durasi yang untuk membuat situs dinamis tentu lebih lama daripada situs statis. 

4. Perbedaan Akses Interaksi Web Statis dan Web Dinamis

Sebagai pengakses situs, anda tentu dapat merasakan perbedaan yang satu ini. Dalam website statis, pengunjung hanya dapat melihat tampilan website saja. 

Baca Juga:  Seberapa penting Link Building Dalam SEO?

Dikarenakan konten dan informasi tidak dapat diubah oleh pengunjung maka jenis interaksi seperti inilah yang ada pada website statis. Sedangkan dalam website dinamis memungkinkan terjadinya interaksi bagi pengunjung seperti login dan mengunggah informasi.

Kesimpulan

Kedua jenis website tersebut dapat anda manfaatkan secara maksimal asalkan sesuai dengan tujuan penggunaan. Sebelum membuat website maka anda perlu untuk menentukan goals utama dari situs tersebut. 

Tetapi jika setelah memiliki tujuan dan anda masih ragu bagaimana membangun situs web, maka anda dapat mengunjungi Hostnic sebagai penyedia layanan hosting terbaik dan terpercaya. Yuk, coba sekarang juga!


Di tulis oleh: