Jenis – Jenis Database Yang Perlu Anda Ketahui

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang pengertian, Fungsi hingga macam – macam database yang sering digunakan. Nah, kali ini kita masih akan membahas tentang database namun lebih ke jenis -jenis database yang sebelumnya harus Anda ketahui terlebih dahulu agar semakin mudah dalam menentukan jenis database apa yang cocok untuk Anda gunakan.

Berikut adalah jenis – jenis database :

1. Operational Database

Database yang juga disebut OLTP (On Line Transaction Processing) ini, lebih direkomendasikan untuk penggunaan database yang dinamis dan realtime. Operation database ini cocok untuk Anda yang mencari sistem database yang bisa melakukan penambahan, mengubah atau menghapus data dengan realtime. Contoh database ini adalah XML (Extensible Markup Language) dan JSON (JavaScript Object Notation).

2. Relational Database

Relational Database adalah database yang memiliki basis data dimana pengorganisasiannya berdasarkan pemodelan data relasional dan hampir semua relational databasenya menggunakan SQL sebagai bahasa query serta pemeliharaan basis data. Contoh relation database ini seperti PostgreSQL, SQL, Oracle Database, MongoDB, MariaDB, SAP HANA, MemSQL, Firebird dan Interbase.

3. Database Warehouse

Jenis yang satu ini adalah jenis sistem database yang lebih digunakan untuk kebutuhan pelaporan dan analisisa data. Selain itu, database warehouse menjadi tempat untuk menyimpan repository sentral dari satu database atau lebih.  Database Warehouse bisa juga disebut data warehouse (DW atau DWH). Contoh warehouse database adalah Microsoft SQL Server.

4. Distributed Database

Sesuai dengan namanya distributed database memiliki penyimpanan data yang tidak berada pada penyimpanan yang sama. Meski database yang disimpan berada pada lokasi fisik berbeda, namun tetap saling terhubung dengan jaringan komputer yang sama. Database ini terdiri dari situs yang digabungkan menjadi satu. Contoh dari distributed database ini adalah Microsoft Office Access.

5. End User Database

Terakhir adalah End User Database. Dinamakan end user data karena basis data yang dibuat dan dikembangkan oleh end user itu sendiri sehingga berbagai berkas atau data akan menggunakan prosedur tersendiri. Contoh End User Database seperti dokumen spreadsheet, word processing hingga download file.   

Baca Juga:  Perhatikan Privasi Cloud Computing!

Di tulis oleh: