Peluncuran iPhone 6 dan iPhone 6 Plus pekan lalu dihiasi dengan serangan terhadap iCloud, layanan penyimpanan komputasi awal Apple. 

Menurut laporan blog keamanan siber, Greatfire.org, yang dilansir Reuters, Selasa 21 Oktober 2014, penyimpanan iCloud dan dukungan layanan itu telah diserang peretas, yang mencoba mencuri informasi penting pengguna.  
Blog itu menuduh serangan peretas mendapat dukungan dari pemerintah negeri Tirai Bambu. 

"Jelas serangan peranti lunak berbahaya pada Apple dalam upaya untuk mengumpulkan akses username dan password. Berakibat pada semua data penyimpanan di iCloud seperti iMessange, foto, kontak dan lainnya," tulis blog keamanan tersebut. 

Ditambahkan blog itu, 'otoritas Tiongkok' yang belum jelas diketahui itu menempatkan situs mereka di antara pengguna dan iCloud. Mereka kemudian mencegat instruksi dan pesan dengan harapan pengguna meyakini pesan itu berasal dari situs Apple. 

Blog itu menuliskan sampai saat ini belum dipastikan apakah peretas itu masih aktif atau tidak. Greatfire.org mengatakan serangan yang muncul itu sama dengan serangan yang melanda Google dan Yahoo.

"Semua bukti yang telah saya lihat mendukung bahwa ini adalah serangan nyata. Pemerintah Tiongkok secara langsung menyerang pengguna Tiongkok yang menggunakan produk Apple," ujar Mikko Hypponnen, Kepala Riset F-Secure, pengembang peranti lunak keamanan. 

Untuk itu, Hypponnen menambahkan pihaknya senantiasa merekomendasikan pengguna meggunakan internet dengan jaringan privat virtual yang terpercaya. 

Terkait hal ini, Apple belum berkomentar saat dihubungi media. 

Sebelumnya Apple sempat dibuat was-was dengan tuntutan para selebritis kepada perusahaan. Pada akhir Agustus sampai pertengahan September lalu, peretas mengunggah beberapa gambar syur dari pesohor dunia. Jennifer Lawrence, Kim Kadashian sampai Kate Upton merupakan sederatan pesohor yang menjadi korban peretas gambar telanjang di iCloud. (ita)



Tuesday, October 21, 2014







« Back