Jakarta - Jangan pikir punya password super panjang dan njelimet lantas membuat penjahat cyber tak bisa membobol akun email Anda. Ingat, dedemit maya punya seribu satu akal bulus untuk menembus. Seperti memakai cara yang satu ini.

Menurut laporan Symantec, beberapa penipuan yang paling efektif seringkali sangat sederhana. Sebagai contoh menyamar sebagai polisi dan meminta orang untuk menyerahkan kunci mobil mereka.

Penipuan ini memiliki dua ciri: kesederhanaan (modus) dan fakta bahwa orang cenderung mempercayai pihak yang berwenang.

Akhir-akhir ini Symantec mendapati kenaikan serangan spear-phishing jenis tertentu yang menyasar pengguna ponsel. Tujuan dari serangan ini adalah untuk mendapatkan akses kepada akun email korban.

"Serangan rekayasa sosial ini sangat meyakinkan dan kami telah mendapati banyak orang yang tertipu karenanya," ujar Symantec.

Untuk melakukan serangan, sang penjahat perlu mengetahui alamat email dan nomor ponsel sasaran, yang biasanya tidak terlalu sulit untuk mereka dapatkan.

Penyerang lalu menggunakan fasilitas pemulihan password yang ada pada banyak penyedia email, yang tujuan awalnya adalah membantu para pengguna yang lupa password untuk mendapatkan kembali akses terhadap akun mereka, antara lain melalui, kode verifikasi yang dikirim ke ponsel mereka.

Jakarta - Jangan pikir punya password super panjang dan njelimet lantas membuat penjahat cyber tak bisa membobol akun email Anda. Ingat, dedemit maya punya seribu satu akal bulus untuk menembus. Seperti memakai cara yang satu ini.

Menurut laporan Symantec, beberapa penipuan yang paling efektif seringkali sangat sederhana. Sebagai contoh menyamar sebagai polisi dan meminta orang untuk menyerahkan kunci mobil mereka.

Penipuan ini memiliki dua ciri: kesederhanaan (modus) dan fakta bahwa orang cenderung mempercayai pihak yang berwenang.

Akhir-akhir ini Symantec mendapati kenaikan serangan spear-phishing jenis tertentu yang menyasar pengguna ponsel. Tujuan dari serangan ini adalah untuk mendapatkan akses kepada akun email korban.

"Serangan rekayasa sosial ini sangat meyakinkan dan kami telah mendapati banyak orang yang tertipu karenanya," ujar Symantec.

Untuk melakukan serangan, sang penjahat perlu mengetahui alamat email dan nomor ponsel sasaran, yang biasanya tidak terlalu sulit untuk mereka dapatkan.

Penyerang lalu menggunakan fasilitas pemulihan password yang ada pada banyak penyedia email, yang tujuan awalnya adalah membantu para pengguna yang lupa password untuk mendapatkan kembali akses terhadap akun mereka, antara lain melalui, kode verifikasi yang dikirim ke ponsel mereka.



Thursday, June 25, 2015







« Back