Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah menginstruksikan perbankan agar menggunakan chip pada kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM)/debet per Januari 2016. Aturan ini dinilai berat oleh kalangan perbankan.

Apa alasan BI mewajibkan pemakaian chip ini? Rahmat Broto Triaji, SVP Transaksi Ritel Perbankan Mandiri menjelaskan tujuan dari chip yang paling utama adalah sisi keamanan. Ini seiring dengan kecanggihan teknologi yang memungkinkan timbulnya fraud.

"Diharapkan lebih aman dan tidak ada fraud lagi," ujarnya dalam diskusi di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (24/3/2015)

Bila dengan kartu yang digunakan sekarang hanya menggunakan pita magnetik, masih sering terjadinya fraud. Jika kartu dipakaikan chip, maka tingkat keamanannya yang jauh lebih tinggi.

Teknologi ini memungkinkan kartu memiliki enkripsi yang melindungi kerahasiaan data sehingga tidak dapat dipalsukan.

Rahmat menambahkan, kartu dengan chip juga memiliki kapasitas penyimpanan data yang lebih besar serta dapat melakukan pemrosesan transaksi dengan lebih cepat, termasuk transaksi secara offline.

"Ini kita sebut sebagai andal, karena lebih cepat dalam bertransaksi sehingga nasabah pun lebih nyaman," jelasnya

Tentunya fungsi aman, kata Rahmat sangat berpengaruh bagi sebuah bank. Sebab dari sana muncul kepercayaan nasabah kepada bank.

"Berarti kalau banyak fraud dan sering terjadi itu nasabah tidak percaya lagi dengan banknya. Kalau itu terjadi di semua bank, maka akan menjadi masalah nasional," tukasnya.



Saturday, April 4, 2015







« Back