Jakarta - Regin tengah menjadi sorotan di kalangan undergroundinternet. Serangan cyber ini membuat banyak pihak khawatir lantaran mampu menembus dan memantau jaringan GSM, di samping kemampuan 'standar' mata-mata lainnya.

Kabar buruknya, Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang menjadi target operasi Regin. Menurut perusahaan keamanan internet Kaspersky, Regin telah mengganggu jaringan komputer 14 negara.

Para korban utama dari pelaku serangan adalah operator telekomunikasi, pemerintah, lembaga keuangan, lembaga penelitian, lembaga dan individu politik multinasional yang terlibat dalam penelitian matematika/ cryptographical yang canggih.

Korban dari pelaku serangan ini telah ditemukan di Algeria, Afghanistan, Belgia, Brazil, Fiji, Jerman, Iran, India, Kiribati, Malaysia, Pakistan, Suriah, Rusia, dan termasuk Indonesia.

Platform Regin terdiri dari beberapa alat berbahaya yang mampu mengorbankan seluruh jaringan organisasi yang diserang. Platform Regin menggunakan metode komunikasi yang sangat kompleks antar jaringan yang terinfeksi serta komando dan kontrol server, yang memungkinkan remote control dan transmisi data secara diam-diam.

"Salah satu modul khusus dari Regin bahkan mampu memantau Basis Station Controller (BSC) dari GSM, mengumpulkan data tentang sel GSM dan infrastruktur jaringan," jelas Kaspersky dalam keterangannya, Kamis (27/11/2014).

Selama satu bulan pada bulan April 2008, para pelaku mengumpulkan data-data administratif yang akan memungkinkan mereka untuk memanipulasi jaringan GSM di negara Timur Tengah.



Friday, November 28, 2014







« Back