Jakarta - Beberapa tahun lalu dunia sempat digegerkan oleh kehadiran virus stuxnet yang disebut telah menyusup ke infrastruktur nuklir Iran. Setelah berselang cukup lama kini Symantec menemukan ancaman baru yang disebut-sebut sebagai penerus Stuxnet.

Trojan yang dinamai Regin ini punya karakteristik sama dengan Stuxnet, yakni mengambil data sekaligus memata-matai komputer yang dihinggapinya.

Sebenarnya Regin bukanlah ancaman baru, pada rentang 2008 dan 2011, trojan ini sempat menginfeksi banyak komputer mulai dari milik individu hingga milik organisasi. Malware ini juga kembali muncul pada awal tahun 2013.

Namun temuan terbaru Symantec mengatakan Regin telah berevolusi menjadi lebih canggih karena semakin sulit dilacak. Selain itu menurut peneliti Symantec Regin juga bisa menyadari bila sedang diburu.

Seperti kutipan dari The Next Web, Senin (24/11/2014), lebih jauh tim Symantec juga mengatakan Regin masih menyimpan banyak misteri karena sangat mungkin trojan ini punya kemampuan lainnya yang belum diketahui.

Berdasarkan hal itu, sangat mungkin ancaman oleh Trojan Regin masih akan terus terjadi ke depannya sampai penawarnya yang dianggap efektif berhasil ditemukan. Menariknya, dari beberapa kasus yang ditemui Symantec, sebagian besar komputer yang diserang Regin ternyata berlokasi di Rusia dan Arab Saudi.



Monday, November 24, 2014







« Back