Jakarta, - Perusahaan jejaring sosial Facebook diam-diam sedang menyiapkan layanan baru "Facebook at Work" yang memungkinkan pengguna memisahkan profil yang berhubungan dengan pekerjaan dan profil pribadi.

 

Menurut laporan Financial Times, Senin (17/11), tampilan situs web ini akan terlihat mirip dengan Facebook, dengan target menyaingi situs jejaring sosial profesional LinkedIn, dan Yammer yang diakuisisi Microsoft pada 2012 lalu.

 

Layanan ini bisa didaftarkan dengan akun Facebook yang sudah ada, namun diatur dalam profil pekerjaan. Di sini pengguna dimungkinkan untuk berbincang dan terhubung secara online dengan rekan kerja. Selain itu, ada pula fitur yang mendukung kolaborasi berbagi dokumen pekerjaan.

 

Langkah ini akan membuat Facebook bersaing langsung dengan Microsoft dan Google yang menyediakan aplikasi perkantoran Office 365 dan Google Docs yang berbasis komputasi awan. Ketika dikonfirmasi oleh Reuters, pihak Facebook tidak segera memberi jawaban.

 

Menurut sumber yang dekat dengan rencana ini, para karyawan Facebook telah melakukan uji coba layanan baru dalam aktivitas sehari-hari mereka dan akan mengujinya untuk segmen korporasi sebagai target pasar utamanya. Jejaring sosial sekaligus wadah kolaborasi dokumen sebelumnya telah ada pada layanan Yammer dan Slack yang menyediakan layanan berbayar untuk karyawan di suatu perusahaan.

 

Facebook selama ini sering masuk daftar hitam layanan internet yang tak boleh diakses karyawan dari jaringan kantor. Karena itu, perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tersebut mencari cara baru untuk mempertahankan pengguna memakai layanan di tengah jam kerja dan mendapat kepercayaan dari segmen korporasi. 



Tuesday, November 18, 2014







« Back