Jakarta - Menjual layanan broadband berbasis serat optik ternyata lebih berat ketimbang memasarkan mobile broadband seluler. Hal itu diakui oleh Telkom yang tengah mengonversikan jalur home passed menjadi home connected.

Direktur Jaringan Telkom Abdus Somad Arief mengungkapkan, sejauh ini BUMN telekomunikasi itu telah membangun jaringan backbone sepanjang 77 ribu kilometer berbasis serat optic dan 13,2 juta home passed.

Pada akhir tahun 2015 jumlah home passed akan mencapai 18,2 juta. Konektivitas jaringan fiber ini diharapkan juga akan mampu menjadi solusi utama dalam mengantisipasi masih rendahnya kecepatan koneksi internet di Indonesia, ujarnya dalam keterangan, Minggu (18/10/2015).

Namun diungkapkan olehnya, hal yang lebih menantang itu adalah mengkonversi home passed menjadi home connected. Homes passedmerupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan jumlah rumah yang dilewati oleh jalur jaringan internet fiber yang digelar.

Sementara home connected atau jumlah rumah yang telah benar-benar terhubung dengan jaringan internet fiber. Artinya keluarga di rumah tersebut sudah bisa menikmati akses internet broadband melalui jaringanfiber optic. Kalau untuk konversi ini, Telkom butuh dukungan dari semua pihak dalam rangka mewujudkan cita-cita pemerataan akses broadband di seluruh Indonesia, katanya.

Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan antara lain dari para pengembang atau developer perumahan yang mempersiapkan jaringan fiber di dalam kompleks perumahan.

Beberapa perumahan telah bekerjasama dengan Telkom untukpembangunan jaringan internet fiber di dalam kompleks perumahan, seperti Perumahan Permata Setiabudi Residence di Medan atau Perumahan Citra Grand City di Palembang.

Hal ini sangat bermanfaat untuk percepatan penyediaan akses internet broadband menggunakan jaringan fiber di Indonesia.Masyarakat yang saat ini belum terlayani IndiHome karena belum ada jaringan fiber di wilayah tempat tinggalnya, juga bisa mengusulkan perluasan jaringan fiber, melalui web http://vote.indihome.co.id, katanya.

IndiHome merupakan layanan terpadu yang dirancang cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan konektivitas broadband dan edutainment -- educational entertainment -- dari keluarga.

Pelanggan mendapatkan akses internet sampai dengan kecepatan 100 Mbps, gratis panggilan telepon lokal atau SLJJ selama 1000 menit dan TV interaktif dengan banyak channel favorit.

Untuk melengkapi berbagai kebutuhan pelanggan yang terus berkembang, berbagai add-on atau layanan tambahan juga terus dilengkapi. Beberapa contoh add-on antara lain, Telepon Mania, wifi.id seamless, layanan musik digital MelOn dan masih banyak lagi.

Telepon Mania adalah panggilan sepuasnya kesemua nomor Telkomsel hanya dengan Rp 88 ribu. Wifi.id seamless merupakan akses internet unlimited di seluruh jaringan wifi.id di seluruh Indonesia dengan Rp 10 ribu khusus bagi pelanggan IndiHome.

MelOn adalah layanan streaming dan download musik digital, di mana pelanggan IndiHome mendapatkan fasilitas unlimited streaming di http://www.melon.co.id yang menyediakan lebih dari satu juta pilihan lagu.

Menurut praktisi social media dan online strategist Nukman Luthfie, kecepatan rata-rata koneksi internet di Indonesia masih di bawah Asia Pasifik jika melihat data Akamai, sehingga koneksi broadband khususnya berbasis jaringan fiber perlu diperbanyak.

Kalau sudah ada home passed, jadi sayang sekali bila ada pelanggan yang rumahnya sudah dilewati fiber optic tapi belum mau menggunakan serat optik, ujarnya di lain kesempatan.



Sunday, October 18, 2015







« Back

Powered by WHMCompleteSolution