Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai Indonesia saat ini memerlukan sistem pembayaran nasional atau national payment gateway (NPG). Kehadirannya diyakini akan membuat industri e-Commerce jadi lebih sehat. “Tahun lalu nilai transaksi e-Commerce di Indonesia mencapai USD 12 miliar. Selama ini transaksi e-Commerce di Indonesia belum tercatat lebih lanjut. Kehadiran NPG akan mendorong industri ini menadi lebih sehat,” papar Rudiantara, Jumat (16/10/2015).

Menurutnya, kehadiran national payment gateway akan menjadikan transaksi jual beli online menjadi lebih mudah dan terdokumentasi dengan baik. “Itu sebabnya, e-Commerce butuh kehadiran NPG,” katanya. Lebih lanjut dijelaskan, Kemenkominfo akan terus mempermudah e-Commerce berbisnis di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan tidak mewajibkan sertifikasi tetapi cukup akreditasi. Padahal dalam rancangan akademis RPP e-Commerce dinyatakan pelaku usaha perdagangan elektronis diwajibkan memiliki dua sertifikasi yaitu Sertifikasi Keandalan dan Sertifikasi Penyelenggara Pembayaran Elektronis.

“Kami ingin membuka kesempatan bagi startup. Pemerintah tidak ingin syarat sertifikasi mempersulit masyarakat untuk memulai startup. Saya minta agar pengusaha startup melakukan akreditasi. Daftar dulu saja, yang penting ada bukti di notaris," katanya. Saat menteri menghadiri peluncuran T-cash, layanan e-money dari Telkomsel yang diperbarui dengan teknologi Near Field Communication (NFC), ia pun mengakui ada peluang untuk dijadikan nasional payment gateway. Menurutnya, itu bisa saja dilakukan, tetapi untuk arahnya masih belum diketahui. "Itu transaksinya bisa menggunakan NFC ataupun T-cash, tetapi nasional payment gateway itu berkaitan dengan masalah kebijakan moneter. Secara keseluruhan, informasi, transaksi apa dan lari ke mana, itu hierarkinya lebih tinggi dari ini," jelasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan tak mudah membangun National Payment Gateway karena sudah banyak perusahaan payment gateway berdiri lama. Tercatat hingga saat ini, ada tiga operator pembayaran yang dikenal luas, yaitu Artajasa yang mengelola ATM Bersama, Rintis Sejahtera yang mengelola Prima, dan Daya Network Lestari yang mengelola ALTO. National payment gateway merupakan sinergi sistem pembayaran di Indonesia dengan ATM, mobile banking, dan internet banking menjadi satu kesatuan.



Friday, October 16, 2015







« Back

Powered by WHMCompleteSolution