{"id":5827,"date":"2023-07-20T18:16:25","date_gmt":"2023-07-20T18:16:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/?p=5827"},"modified":"2023-07-20T18:16:25","modified_gmt":"2023-07-20T18:16:25","slug":"merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/","title":{"rendered":"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_5828\" style=\"width: 813px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5828\" data-attachment-id=\"5828\" data-permalink=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/attachment\/screenshot-41\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png?fit=803%2C449&amp;ssl=1?v=1689876817\" data-orig-size=\"803,449\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux\" data-image-description=\"&lt;p&gt;Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux&lt;\/p&gt;\n\" data-image-caption=\"&lt;p&gt;Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux&lt;\/p&gt;\n\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png?fit=803%2C449&amp;ssl=1?v=1689876817\" class=\"size-full wp-image-5828\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png?resize=803%2C449&#038;ssl=1\" alt=\"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux\" width=\"803\" height=\"449\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png?w=803&amp;ssl=1 803w, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png?resize=300%2C168&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png?resize=768%2C429&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 803px) 100vw, 803px\" \/><p id=\"caption-attachment-5828\" class=\"wp-caption-text\">Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux<\/p><\/div>\n<p>Salam, Sahabat <strong><a href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/\">Hostnic.id<\/a><\/strong>! Jika Anda adalah seorang pengembang web atau administrator sistem, mungkin Anda sudah terbiasa menggunakan localhost untuk mengakses website atau aplikasi web yang sedang Anda kembangkan. Namun, ketika Anda ingin mempublikasikan website atau aplikasi web tersebut, Anda perlu mengubah localhost menjadi nama domain yang sesuai agar dapat diakses oleh pengguna secara umum. Pada artikel ini, kita akan membahas cara merubah localhost menjadi nama domain di Linux.<\/p>\n<p>Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu localhost dan nama domain. Localhost adalah nama host standar untuk komputer lokal atau VPS yang digunakan sebagai server web. Sedangkan nama domain adalah alamat situs web yang digunakan untuk mengakses website atau aplikasi web di internet.<\/p>\n<ul>\n<li>Baca Juga:<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/hosting-nvme\/upgrade-performa-website-anda-dengan-hosting-nvme-ssd-hostnic-id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Upgrade Performa Website Anda dengan Hosting NVMe SSD \u2013 Hostnic.id<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk merubah localhost menjadi nama domain pada Linux, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan. Berikut adalah langkah-langkahnya:<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_75 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69f2adf829b50\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69f2adf829b50\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#1_Pengaturan_DNS\" >1. Pengaturan DNS<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#2_Konfigurasi_Virtual_Host\" >2. Konfigurasi Virtual Host<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#3_Konfigurasi_Apache\" >3. Konfigurasi Apache<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#4_Uji_Coba\" >4. Uji Coba<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengaturan_DNS\"><\/span>1. Pengaturan DNS<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengatur DNS pada server. DNS atau Domain Name System adalah sistem yang digunakan untuk mengonversi alamat IP ke dalam nama domain. Anda perlu menambahkan record DNS yang sesuai dengan nama domain yang ingin Anda gunakan.<\/p>\n<blockquote>\n<ul>\n<li>Maksud: Pengaturan DNS harus dilakukan agar nama domain dapat dikonversi menjadi alamat IP yang dikenali oleh server.<\/li>\n<li>Tujuan: Untuk memastikan bahwa pengguna dapat mengakses website atau aplikasi web dengan menggunakan nama domain yang sesuai.<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Konfigurasi_Virtual_Host\"><\/span>2. Konfigurasi Virtual Host<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setelah pengaturan DNS selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi virtual host pada server. Virtual host adalah konfigurasi server yang digunakan untuk mengarahkan permintaan dari nama domain tertentu ke direktori yang sesuai pada server.<\/p>\n<blockquote>\n<ul>\n<li>Maksud: Konfigurasi virtual host perlu dilakukan agar server dapat mengenali nama domain yang ingin digunakan dan mengarahkan permintaan ke direktori yang sesuai pada server.<\/li>\n<li>Tujuan: Untuk memastikan bahwa pengguna dapat mengakses website atau aplikasi web dengan menggunakan nama domain yang sesuai.<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Konfigurasi_Apache\"><\/span>3. Konfigurasi Apache<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pada Linux, Apache adalah salah satu web server yang sering digunakan. Untuk mengubah localhost menjadi nama domain pada Apache, Anda perlu mengkonfigurasi file httpd.conf atau file .htaccess pada server.<\/p>\n<blockquote>\n<ul>\n<li>Maksud: Konfigurasi Apache perlu dilakukan agar server dapat mengenali nama domain yang ingin digunakan dan mengarahkan permintaan ke direktori yang sesuai pada server.<\/li>\n<li>Tujuan: Untuk memastikan bahwa pengguna dapat mengakses website atau aplikasi web dengan menggunakan nama domain yang sesuai.<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n<ul>\n<li>Baca Juga:<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/berita\/teknologi\/sewa-komputer-cloud-indonesia-murah-terbaik-hostnic-id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sewa Komputer Cloud Indonesia Murah Terbaik \u2013 hostnic.id<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Uji_Coba\"><\/span>4. Uji Coba<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setelah melakukan konfigurasi, Anda perlu melakukan uji coba untuk memastikan bahwa nama domain sudah dapat digunakan dan website atau aplikasi web sudah dapat diakses dengan menggunakan nama domain yang sesuai.<\/p>\n<blockquote>\n<ul>\n<li>Maksud: Uji coba perlu dilakukan untuk memastikan bahwa konfigurasi sudah berhasil dilakukan dan website atau aplikasi web sudah dapat diakses dengan menggunakan nama domain yang sesuai.<\/li>\n<li>Tujuan: Untuk memastikan bahwa pengguna dapat mengakses website atau aplikasi web dengan menggunakan nama domain yang sesuai.<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n<p>Setelah melakukan langkah-langkah di atas, Anda sudah berhasil merubah localhost menjadi nama domain di Linux. Namun, perlu diingat bahwa setiap server dan aplikasi web memiliki cara yang berbeda-beda dalam melakukan konfigurasi. Pastikan Anda memahami dan mengikuti petunjuk yang tepat sesuai dengan server dan aplikasi web yang Anda gunakan.<\/p>\n<p>Terima kasih telah membaca, sampai jumpa di artikel menarik berikutnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salam, Sahabat Hostnic.id! Jika Anda adalah seorang pengembang web atau administrator sistem, mungkin Anda sudah terbiasa menggunakan localhost untuk mengakses website atau aplikasi web yang sedang Anda kembangkan. Namun, ketika Anda ingin mempublikasikan website atau aplikasi web tersebut, Anda perlu mengubah localhost menjadi nama domain yang sesuai agar dapat diakses oleh pengguna secara umum. Pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[85,84,91,4,8,79,82],"tags":[],"class_list":["post-5827","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-domain","category-linux","category-teknologi","category-tips","category-tutorial","category-website"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux - Hostnic.id<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Merubah localhost menjadi nama domain di Linux dengan menggunakan konfigurasi virtual host, pengaturan DNS, dan konfigurasi Apache. Dapatkan panduan lengkap dan tutorial praktis dalam mengubah localhost menjadi nama domain yang sesuai pada server Linux. Artikel ini cocok untuk para pengembang web atau administrator sistem yang ingin mempublikasikan website atau aplikasi web secara umum dengan menggunakan nama domain yang tepat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux - Hostnic.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Merubah localhost menjadi nama domain di Linux dengan menggunakan konfigurasi virtual host, pengaturan DNS, dan konfigurasi Apache. Dapatkan panduan lengkap dan tutorial praktis dalam mengubah localhost menjadi nama domain yang sesuai pada server Linux. Artikel ini cocok untuk para pengembang web atau administrator sistem yang ingin mempublikasikan website atau aplikasi web secara umum dengan menggunakan nama domain yang tepat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hostnic.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-20T18:16:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monic\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Monic\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Monic\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/07d47eecbbce5d998aaf01aa209cb5b2\"},\"headline\":\"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux\",\"datePublished\":\"2023-07-20T18:16:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/\"},\"wordCount\":536,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Screenshot-41.png\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"Domain\",\"Linux\",\"Teknologi\",\"Tips\",\"Tutorial\",\"Website\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/\",\"name\":\"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux - Hostnic.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Screenshot-41.png\",\"datePublished\":\"2023-07-20T18:16:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/07d47eecbbce5d998aaf01aa209cb5b2\"},\"description\":\"Merubah localhost menjadi nama domain di Linux dengan menggunakan konfigurasi virtual host, pengaturan DNS, dan konfigurasi Apache. Dapatkan panduan lengkap dan tutorial praktis dalam mengubah localhost menjadi nama domain yang sesuai pada server Linux. Artikel ini cocok untuk para pengembang web atau administrator sistem yang ingin mempublikasikan website atau aplikasi web secara umum dengan menggunakan nama domain yang tepat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Screenshot-41.png?fit=803%2C449&ssl=1?v=1689876817\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Screenshot-41.png?fit=803%2C449&ssl=1?v=1689876817\",\"width\":803,\"height\":449,\"caption\":\"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/teknologi\\\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"hostnic.id\",\"description\":\"Info, Tips dan Tutorial Seputar Layanan Hostnic\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/07d47eecbbce5d998aaf01aa209cb5b2\",\"name\":\"Monic\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/618c16e73ff4b8611ffef11074c3fc0cd2557bbef47ecbcce803b2dd1b3e7284?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/618c16e73ff4b8611ffef11074c3fc0cd2557bbef47ecbcce803b2dd1b3e7284?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/618c16e73ff4b8611ffef11074c3fc0cd2557bbef47ecbcce803b2dd1b3e7284?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monic\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/author\\\/blog-writer\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux - Hostnic.id","description":"Merubah localhost menjadi nama domain di Linux dengan menggunakan konfigurasi virtual host, pengaturan DNS, dan konfigurasi Apache. Dapatkan panduan lengkap dan tutorial praktis dalam mengubah localhost menjadi nama domain yang sesuai pada server Linux. Artikel ini cocok untuk para pengembang web atau administrator sistem yang ingin mempublikasikan website atau aplikasi web secara umum dengan menggunakan nama domain yang tepat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux - Hostnic.id","og_description":"Merubah localhost menjadi nama domain di Linux dengan menggunakan konfigurasi virtual host, pengaturan DNS, dan konfigurasi Apache. Dapatkan panduan lengkap dan tutorial praktis dalam mengubah localhost menjadi nama domain yang sesuai pada server Linux. Artikel ini cocok untuk para pengembang web atau administrator sistem yang ingin mempublikasikan website atau aplikasi web secara umum dengan menggunakan nama domain yang tepat.","og_url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/","og_site_name":"Hostnic.id","article_published_time":"2023-07-20T18:16:25+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Monic","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Monic","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/"},"author":{"name":"Monic","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#\/schema\/person\/07d47eecbbce5d998aaf01aa209cb5b2"},"headline":"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux","datePublished":"2023-07-20T18:16:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/"},"wordCount":536,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png","articleSection":["Berita","Domain","Linux","Teknologi","Tips","Tutorial","Website"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/","url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/","name":"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux - Hostnic.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png","datePublished":"2023-07-20T18:16:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#\/schema\/person\/07d47eecbbce5d998aaf01aa209cb5b2"},"description":"Merubah localhost menjadi nama domain di Linux dengan menggunakan konfigurasi virtual host, pengaturan DNS, dan konfigurasi Apache. Dapatkan panduan lengkap dan tutorial praktis dalam mengubah localhost menjadi nama domain yang sesuai pada server Linux. Artikel ini cocok untuk para pengembang web atau administrator sistem yang ingin mempublikasikan website atau aplikasi web secara umum dengan menggunakan nama domain yang tepat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png?fit=803%2C449&ssl=1?v=1689876817","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-41.png?fit=803%2C449&ssl=1?v=1689876817","width":803,"height":449,"caption":"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/merubah-localhost-menjadi-nama-domain-di-linux\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Merubah Localhost Menjadi Nama Domain di Linux"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/","name":"hostnic.id","description":"Info, Tips dan Tutorial Seputar Layanan Hostnic","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#\/schema\/person\/07d47eecbbce5d998aaf01aa209cb5b2","name":"Monic","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/618c16e73ff4b8611ffef11074c3fc0cd2557bbef47ecbcce803b2dd1b3e7284?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/618c16e73ff4b8611ffef11074c3fc0cd2557bbef47ecbcce803b2dd1b3e7284?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/618c16e73ff4b8611ffef11074c3fc0cd2557bbef47ecbcce803b2dd1b3e7284?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monic"},"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/author\/blog-writer\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8D2mv-1vZ","jetpack-related-posts":[{"id":4534,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/macam-web-server-localhost\/","url_meta":{"origin":5827,"position":0},"title":"Macam Web Server Localhost","author":"Monic","date":"2021-02-19","format":false,"excerpt":"Saat ini kita dapat menemukan macam macam web server yang bisa digunakan, berikut beberapa rekomendasinya: 1. XAMPP XAMPP merupakan salah satu web server populer dan banyak digunakan oleh para web developer. Web server ini gratis digunakan serta bersifat open source. Perlu diketahui, nama XAMPP diambil dari singkatan beberapa fungsi yaitu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Teknologi&quot;","block_context":{"text":"Teknologi","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/teknologi\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/durable-urls-760x400-1.png?fit=760%2C400&ssl=1%3Fv%3D1613316450&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/durable-urls-760x400-1.png?fit=760%2C400&ssl=1%3Fv%3D1613316450&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/durable-urls-760x400-1.png?fit=760%2C400&ssl=1%3Fv%3D1613316450&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/durable-urls-760x400-1.png?fit=760%2C400&ssl=1%3Fv%3D1613316450&resize=700%2C400 2x"},"classes":[]},{"id":9179,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/berita\/navigasi-mudah-localhost-8080-phpmyadmin-explained\/","url_meta":{"origin":5827,"position":1},"title":"Navigasi Mudah: Localhost 8080 PhpMyAdmin Explained","author":"Monic","date":"2024-02-28","format":false,"excerpt":"Halo pembaca Hostnic.id yang terhormat, bagaimana kabar Kamu? Semoga Kamu dalam keadaan baik dan sehat. Selamat datang di artikel ini yang akan membahas tentang Navigasi Mudah: phpMyAdmin Localhost 8080 yang dijelaskan. Artikel ini akan memberikan pemahaman mengenai penggunaan phpMyAdmin pada localhost 8080 agar Kamu dapat dengan mudah mengelola database Kamu.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita&quot;","block_context":{"text":"Berita","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/berita\/"},"img":{"alt_text":"Navigasi Mudah: Localhost 8080 phpMyAdmin Explained","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Screenshot-2024-02-28T225317.693.png?fit=673%2C439&ssl=1%3Fv%3D1709135833&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Screenshot-2024-02-28T225317.693.png?fit=673%2C439&ssl=1%3Fv%3D1709135833&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Screenshot-2024-02-28T225317.693.png?fit=673%2C439&ssl=1%3Fv%3D1709135833&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":9173,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/panduan-praktis-memahami-cara-mengakses-localhost-phpmyadmin-php\/","url_meta":{"origin":5827,"position":2},"title":"Panduan Praktis: Memahami Cara Mengakses localhost\/phpmyadmin\/php","author":"Monic","date":"2024-02-28","format":false,"excerpt":"Hostnic.id\u00a0\u2013\u00a0Halo pembaca! Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja. Selamat datang di artikel ini yang akan membahas tentang cara mengakses localhost\/phpmyadmin\/php tanpa menggunakan kode 443326. Kami sangat senang bisa berbagi informasi ini dengan kalian. Jadi, mari kita mulai perjalanan kita dalam memahami cara mengakses localhost\/phpmyadmin\/php yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Teknologi&quot;","block_context":{"text":"Teknologi","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/teknologi\/"},"img":{"alt_text":"Panduan Praktis: Memahami Cara Mengakses localhost\/phpmyadmin\/php","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/MYPHP.jpg?fit=1200%2C591&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/MYPHP.jpg?fit=1200%2C591&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/MYPHP.jpg?fit=1200%2C591&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/MYPHP.jpg?fit=1200%2C591&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/MYPHP.jpg?fit=1200%2C591&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":5831,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/website\/localhost-phpmyadmin-wp-admin-akses-ke-panel-admin-di-website-anda\/","url_meta":{"origin":5827,"position":3},"title":"Localhost\/Phpmyadmin\/Wp-admin &#8211; Akses ke Panel Admin di Website Anda","author":"Monic","date":"2023-07-20","format":false,"excerpt":"Salam, Sahabat Hostnic.id! Apakah Anda pernah mendengar tentang localhost\/phpmyadmin\/wp-admin? Ketiga halaman ini adalah panel admin yang penting dalam pengelolaan website. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang localhost\/phpmyadmin\/wp-admin dan bagaimana cara menggunakannya. Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu localhost, phpmyadmin, dan wp-admin.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita&quot;","block_context":{"text":"Berita","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/berita\/"},"img":{"alt_text":"Localhost\/Phpmyadmin\/Wp-admin - Akses ke Panel Admin di Website Anda","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-40.png?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-40.png?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot-40.png?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x"},"classes":[]},{"id":6507,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/panduan-cara-mengunggah-situs-web-localhost-ke-hosting-gratis\/","url_meta":{"origin":5827,"position":4},"title":"Panduan Cara Mengunggah Situs Web Localhost Ke Hosting Gratis","author":"Monic","date":"2023-08-21","format":false,"excerpt":"Hostnic.id\u00a0\u2013\u00a0Halo pembaca setia! Bagaimana kabar Kamu hari ini? Semoga selalu dalam keadaan yang sehat dan bahagia. Pada kesempatan kali ini, kami ingin berbagi panduan cara mengunggah situs web localhost ke hosting gratis di Indonesia. Dalam dunia digital yang semakin berkembang pesat, memiliki situs web menjadi hal yang sangat penting bagi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Teknologi&quot;","block_context":{"text":"Teknologi","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/teknologi\/"},"img":{"alt_text":"Panduan Cara Mengunggah Situs Web Localhost Ke Hosting Gratis","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/PUG.png?fit=969%2C528&ssl=1%3Fv%3D1692603779&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/PUG.png?fit=969%2C528&ssl=1%3Fv%3D1692603779&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/PUG.png?fit=969%2C528&ssl=1%3Fv%3D1692603779&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/PUG.png?fit=969%2C528&ssl=1%3Fv%3D1692603779&resize=700%2C400 2x"},"classes":[]},{"id":8005,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/tips\/panduan-install-moodle-di-localhost-langkah-langkah-praktis\/","url_meta":{"origin":5827,"position":5},"title":"Panduan Install Moodle Di Localhost: Langkah-Langkah Praktis","author":"Monic","date":"2023-10-02","format":false,"excerpt":"Halo teman-teman! Bagaimana kabarnya? Selamat datang di artikel kali ini yang akan membahas panduan instalasi Moodle di localhost. Kami harap semuanya dalam keadaan baik-baik saja. Jika kalian tertarik untuk mempelajari langkah-langkah praktis dalam menginstal Moodle, maka artikel ini tepat untuk kalian. Yuk, simak terus artikel ini untuk mendapatkan informasi yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tips&quot;","block_context":{"text":"Tips","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/tutorial\/tips\/"},"img":{"alt_text":"install moodle localhost","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/programming-background-with-pers-3.jpg?fit=740%2C493&ssl=1%3Fv%3D1696241235&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/programming-background-with-pers-3.jpg?fit=740%2C493&ssl=1%3Fv%3D1696241235&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/programming-background-with-pers-3.jpg?fit=740%2C493&ssl=1%3Fv%3D1696241235&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/programming-background-with-pers-3.jpg?fit=740%2C493&ssl=1%3Fv%3D1696241235&resize=700%2C400 2x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5827"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5829,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5827\/revisions\/5829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}