{"id":1740,"date":"2018-11-25T10:34:27","date_gmt":"2018-11-25T10:34:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/?p=1740"},"modified":"2025-06-25T03:43:11","modified_gmt":"2025-06-25T03:43:11","slug":"pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/","title":{"rendered":"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows"},"content":{"rendered":"<article class=\"article-post\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada artikel ini saya akan menjelaskan mengenai Docker,\u00a0Belajar Awal &amp; Cara Instalasi Docker.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun teknologi cloud yang semakin canggih dapat mempermudah Anda, namun Docker adalah jawaban lain untuk mengatasi permasalahan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker merupakan solusi dari permasalahan yang kerap dialami para developer untuk mengembangkan aplikasi mereka agar bisa berjalan fleksibel di berbagai lingkungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Docker menjadi perhatian para developer sejak tahun 2013<\/strong>, diperkenalkan oleh Solomon Hykes dalam acara PyCon US. Beberapa waktu setelahnya, Docker dirilis pertama kali pada bulan Juni tahun 2014. Docker dikembangkan oleh Solomon bersama rekannya Andrea Luzzardi dan Francois-Xavier Bourlet. Pada saat itu Docker merupakan proyek internal dotCloud. Hasilnya, saat ini Docker sudah menjadi platform populer di lingkungan para developer di berbagai belahan dunia meskipun belum terlalu populer di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker sendiri merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan layanan platform kontainer.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemampuan yang dimiliki Docker yaitu mampu menjalankan berbagai macam aplikasi dengan konfigurasi sistem yang berbeda-beda, meskipun masih dalam satu perangkat komputer atau server.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_75 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-6a2dbbdcc0350\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-6a2dbbdcc0350\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#Perkembangan_Docker\" >Perkembangan Docker<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#Siapa_yang_Menggunakan_Docker\" >Siapa yang Menggunakan Docker?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#Fitur_Docker\" >Fitur Docker<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#Kelebihan_dan_Kekurangan_Docker_sebagai_Kontainer\" >Kelebihan dan Kekurangan Docker sebagai Kontainer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#INSTALASI_DOCKER\" >INSTALASI DOCKER<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#Ubuntu\" >Ubuntu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#Windows\" >Windows<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perkembangan_Docker\"><\/span><span id=\"Perkembangan_Docker\" class=\"ez-toc-section\"><b>Perkembangan Docker<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"alert blue\">Pada DockerCon 2017 tahun lalu, CEO Docker, Ben Golub mengungkapkan bahwa Docker mengalami peningkatan penggunaan sejak tiga tahun terakhir. Sesuai dengan statistik pada diagram dapat dilihat bahwa sudah lebih dari 14 ribu host Docker, lebih dari 900 ribu aplikasi Docker, dan pertumbuhan pada twaran pekerjaan yang berhubungan dengan Docker tumbuh sebesar 77 ribu. Angka ini menunjukan bahwa semakin lama Docker sudah mulai menjadi primadona para developer untuk mengembangkan aplikasi miliknya.<\/div>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Siapa_yang_Menggunakan_Docker\"><\/span><span id=\"Siapa_yang_Menggunakan_Docker\" class=\"ez-toc-section\"><b>Siapa yang Menggunakan Docker?<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi siapa yang menggunakan Docker pada sistem mereka? Apakah startup? Perusahaan berkembang? Atau bahkan perusahaan besar?. Menurut data yang dikeluarkan oleh situs Datadog, ternyata ditemukan bahwa perpindahan sistem lama yang diganti ke Docker dimulai oleh perusahaan-perusahaan besar yang memiliki lebih dari 500 hosts.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa perusahaan lebih memilih menggunakan arsitektur dengan beban kerja yang ringan dan portabel. Docker dapat menjadi solusi dari kebutuhan itu. Selain itu mereka juga mencari arsitektur yang mudah untuk mendistribusikan aplikasi yang sedang dalam proses pengembangan pada segala lingkungan.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fitur_Docker\"><\/span><span id=\"Fitur_Docker\" class=\"ez-toc-section\"><b>Fitur Docker<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah<span style=\"color: #3366ff;\"> <a style=\"color: #3366ff;\" href=\"https:\/\/www.tutorialspoint.com\/docker\/docker_overview.htm\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">fitur Docker<\/a><\/span> yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker Engine, digunakan untuk membangun Docker images dan membuat kontainer Docker.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker Hub, registry yang digunakan untuk berbagai macam Docker images<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker Compose, digunakan untuk mendefinisikan aplikasi menggunakan banyak kontainer Docker.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker untuk Mac, memungkinkan menjalankan kontainer Docker pada Mac.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker untuk Linux, memungkinkan menjalankan kontainer Docker pada Linux.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker untuk Windows, memungkinkan menjalankan kontainer Docker pada Windows.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_dan_Kekurangan_Docker_sebagai_Kontainer\"><\/span><span id=\"Kelebihan_dan_Kekurangan_Docker_sebagai_Kontainer\" class=\"ez-toc-section\"><b>Kelebihan dan Kekurangan Docker sebagai Kontainer<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian umum kontainer (container) merupakan alat untuk mempermudah mengemas dan mendistribusikan suatu hal dari satu tempat ke tempat lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Sedangkan<\/strong> kita berbicara mengenai teknologi informasi khususnya Linux, kontainer diartikan sebagai sistem yang dapat digunakan untuk memberikan sistem yang terisolasi (isolated environment) pada level OS yang dijalankan pada satu induk linux kernel.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker dengan kontainer miliknya memberikan solusi terhadap permasalahan fleksibilitas untuk menjalankan aplikasi pada lingkungan yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya jika ingin melakukan percobaan sebuah aplikasi membutuhkan lingkungan yang sama persis agar bisa berjalan dengan baik. Jadi jika menggunakan cara yang tidak terintegrasi tentunya akan membutuhkan waktu lama, karena harus melakukan beberapa konfigurasi sehingga server lokal dengan server live harus sama konfigurasinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi dengan menggunakan Docker, pemindahan dari komputer lokal developer ke server live untuk menjalankan aplikasi tidak perlu banyak melakukan perubahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ada pun keunggulan lain dari penggunaan Docker adalah sebagai berikut:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Konfigurasi Sederhana<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan pertama Docker adalah konfigurasi yang diterapkan cukup sederhana dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi yang sedang dikembangkan. Hanya dengan beberapa baris kode, Docker sudah bisa membuat lingkungan (environment) sendiri yang berbeda dengan lingkungan server utama. Ini akan memisahkan kebutuhkan infrastruktur dari lingkungan aplikasi<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Platform Multi-Cloud<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya berjalan pada satu platform cloud saja, Docker bisa dijalankan di berbagai platform cloud sehingga membuat Docker cukup fleksibel. Ini adalah kelebihan dan manfaat Docker yang bisa menjadi alasan utama developer menggunakan Docker.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyedia layanan cloud besar di dunia beberapa sudah mulai menyediakan dukungan Docker pada layanan mereka. Ini tentu saja menanggapi permintaan pasar yang sudah mulai melirik Docker untuk menjadi arsitektur utama dalam pengembangan sistem mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kontainer Docker yang bisa berjalan di berbagai layanan cloud memungkinkan sebuah aplikasi bisa di porting antar lingkungan dengan mudah. Sama seperti virtual machine dengan file vdi yang dijalankannya. Hanya saja Docker lebih ringan dan tidak terlalu menggunakan banyak alokasi memori untuk menjalankannya..<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Standarisasi Lingkungan &amp; Kontrol Versi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat melakukan upgrade komponen biasanya seluruh lingkungan akan dipecah. Jika terjadi masalah pada proses tersebut, Docker mempunysi fitur agr bisa langsung melakukan roolback ke versi sebelumnya melalui image Docker. Contoh penggunaan Docker ini bekerja lebih cepat dibandingkan dengan Virtual Machine.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini dikarenakan Docker melakukan standarisasi lingkungan dengan memastikan konsistensi di beberapa proses pengembangan dan pembaruan versi.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Dapat Melakukan Pengujian dan Distribusi Aplikasi Secara Terus Menerus<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fleksibilitas berjalan pada segala macam sistem operasi membuat aplikasi yang menggunakan Docker dapat dilakukan pengujian dengan mudah dilakukan. Tanpa memempersiapkan konfigurasi yang terkadang membutuhkan waktu yang sangat lama. Dengan begitu, segala proses pengujian kemudian perbaikan dapat dilakukan dengan cepat.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Isolasi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber daya pada setiap aplikasi dipastikan terisolasi secara terpisah oleh Docker. Jadi user dapat menyesuaikan kebutuhan pada setiap aplikasi tanpa harus mempengaruhi konfigurasi pada aplikasi yang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh dua aplikasi A dan B membutuhkan webserver versi pertama. Setelah proses update ternyata aplikasi A hanya bisa berjalan menggunakan versi webserver kedua sehingga harus dilakukan perubahan pada webserver. Padahal pada aplikasi B membutuhkan webserver versi pertama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja ini akan menimbulkan masalah di salah satu aplikasi yang berjalan pada server yang sama.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Keamanan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Docker memastikan aplikasi yang berjalan tidak bisa mempengaruhi kontainer atau bahkan memberikan kontrol penuh atas manajemen dan arus lalu lintas. Pengamanan lain yang dilakukan Docker adalah dengan mengatur OS host mount point dengan read-only jadi tidak bisa merubah apapun konfigurasi disana kecuali yang mempunyai akses penuh.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"INSTALASI_DOCKER\"><\/span><span id=\"INSTALASI_DOCKER\" class=\"ez-toc-section\"><b>INSTALASI DOCKER<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ubuntu\"><\/span><span id=\"Ubuntu\" class=\"ez-toc-section\"><strong>Ubuntu<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memulai proses instalasi pada artikel Docker tutorial ini kami akan menggunakan sistem operasi Ubuntu. Secara gartis besar tahapannya hampir sama dengan sistem operasi lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 1<\/strong> \u2013 Syarat utama untuk bisa melakukan instalasi Docker adalah sistem operasi harus menggunakan kernel minimal versi 3,8 atau setelahnya.<\/span><\/p>\n<div class=\"alert red\">Catatan! Minimal kernel agar bisa melakukan proses instalasi Docker adalah versi 3,8<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pengecekan bisa dilakukan dengan perintah <\/span><code>uname<\/code><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<pre class=\"alert gray\">uname -a<\/pre>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil dari perintah tersebut bisa dilihat bahwa sistem operasi menggunakan versi kernel diatas 3,8, jadi kita bisa melanjutkan ke proses selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 2<\/strong> \u2013 Update sistem operasi merupakan hal wajib yang harus dilakukan pada sistem operasi ubuntu sebelum melakukan instalasi sebuah paket.<\/span><\/p>\n<pre class=\"alert gray\">sudo apt update<\/pre>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 3<\/strong> \u2013 Langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi beberapa sertifkat yang diperlukan agar Docker bisa berjalan.<\/span><\/p>\n<pre class=\"alert gray\">sudo apt-get install apt-transport-https ca-certificates<\/pre>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 4<\/strong> \u2013 Langkah selanjutnya adalah dengan menambahkan GPG key untuk memastikan bahwa data terenkripsi \u00a0ketika proses pengunduhan paket yang diperlukan Docker.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 5<\/strong> \u2013 Tambahkan repository sesuai dengan versi yang sesuai dengan sistem operasi yang dipakai. Kami menggunakan Ubuntu 16.04 jadi kamu menggunakan repository Xenial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b># Xenial 16.04 (LTS) \u2013 https:\/\/apt.dockerproject.org\/repo ubuntu-xenial main<\/b><\/p>\n<pre class=\"alert gray\">sudo echo \u201cdeb https:\/\/apt.dockerproject.org\/repo ubuntu-xenia main\u201d<\/pre>\n<p>Kemudian jalankan perintah<\/p>\n<pre class=\"alert gray\">sudo tee \/etc\/apt\/sources.list.d\/docker.list<\/pre>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 6<\/strong> \u2013 Kemudian eksekusi perintah sudo apt update untuk memperbarui paket pada sistem Ubuntu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 7<\/strong> \u2013 Untuk memastikan jika package manager sudah mengarah pada repository yang tepat, gunakan perintah\u00a0<\/span><code>apt-cache command<\/code><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<pre class=\"alert gray\">sudo apt-cache policy docker-engine<\/pre>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 8<\/strong> \u2013 Versi terbaru Docker memerlukan beberapa paket yang harus di instal pada beberapa sistem operasi. Gunakan perintah berikut utuk menambahkan paket tersebut.<\/span><\/p>\n<pre class=\"alert gray\">sudo apt-get install linux-image-extra-$(uname -r)\r\nlinux-image-extra-virtual<\/pre>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 9<\/strong> \u2013 Langkah yang paling penting adalah melakukan instalasi Docker.<\/span><\/p>\n<pre class=\"alert gray\">sudo apt-get install \u2013y docker-engine<\/pre>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 10<\/strong> \u2013 Periksa versi Docker yang sudah terinstal dengan menggunakan perintah <\/span><code>sudo docker version<\/code><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><code>sudo docker info<\/code>\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">untuk melihat informasi secara detail Docker yang sudah terinstal.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Windows\"><\/span><span id=\"Windows\" class=\"ez-toc-section\"><strong>Windows<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda menggunakan sistem operasi Windows, berikut beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk melakukan instalasi Docker.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 1<\/strong> \u2013 Unduh file instalasi Docker melalui halaman download Docker.<\/span><\/p>\n<div class=\"alert red\">Catatan! Jika Anda menggunakan versi Windows yang lama disarankan untuk menggunakan versi Docker Toolbox melalui halaman download <a href=\"https:\/\/www.docker.com\/products\/docker-toolbox\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Docker Toolbox<\/a><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah 2<\/strong> \u2013 Instal Docker menggunakan executable file yang sudah diunduh.<\/span><\/p>\n<p><strong>Langkah 3<\/strong> \u2013 Setelah selesai proses instalasi, untuk menjalankan Docker Anda perlu melakukan restart pada perangkat. Jadi restart perangkat agar Docker user dapat berjalan.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teknologi kontainer pada Linux sangat mempermudah proses pengembangan aplikasi dalam hal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">deployment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">maintenance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain mempunyai layanan kontainer berbasis aplikasi, Docker juga memiliki beberapa keunggulan lain, seperti adanya registry yang bisa digunakan untuk menyimpan images Docker di cloud. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda menggunakan Linux maka harus menggunakan versi kernel yang terbaru. Dikarenakan Docker tidak bisa berjalan di kernel lama. Minimal kernel agar bisa melakukan proses instalasi Docker adalah versi 3,8.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat banyak juga alat bantu tambahan yang memudahkan developer. Apalagi saat melakukan proses pengembangan maupun saat implementasi aplikasi berbasis Docker. Meskipun hanya panduan dasar instalasi Docker, semoga <span style=\"color: #3366ff;\">artikel Docker tutorial ini<\/span> dapat membantu Anda memahami mengenai Docker. Semoga bermanfaat <img decoding=\"async\" class=\"emoji\" draggable=\"false\" src=\"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/11\/svg\/1f642.svg\" alt=\"?\" \/><\/span><\/p>\n<div class=\"clearfix\"><\/div>\n<div class=\"clearfix\"><\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada artikel ini saya akan menjelaskan mengenai Docker,\u00a0Belajar Awal &amp; Cara Instalasi Docker.\u00a0Meskipun teknologi cloud yang semakin canggih dapat mempermudah Anda, namun Docker adalah jawaban lain untuk mengatasi permasalahan tersebut. Docker merupakan solusi dari permasalahan yang kerap dialami para developer untuk mengembangkan aplikasi mereka agar bisa berjalan fleksibel di berbagai lingkungan. Docker menjadi perhatian para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1744,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[258],"tags":[],"class_list":["post-1740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-docker"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows - Hostnic.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows - Hostnic.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel ini saya akan menjelaskan mengenai Docker,\u00a0Belajar Awal &amp; Cara Instalasi Docker.\u00a0Meskipun teknologi cloud yang semakin canggih dapat mempermudah Anda, namun Docker adalah jawaban lain untuk mengatasi permasalahan tersebut. Docker merupakan solusi dari permasalahan yang kerap dialami para developer untuk mengembangkan aplikasi mereka agar bisa berjalan fleksibel di berbagai lingkungan. Docker menjadi perhatian para [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hostnic.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-25T10:34:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-25T03:43:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/dockercon1-664x380.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"664\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ari Sigit\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ari Sigit\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ari Sigit\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a782d1235d484e7630007157996e5a49\"},\"headline\":\"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows\",\"datePublished\":\"2018-11-25T10:34:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-25T03:43:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/\"},\"wordCount\":1360,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/11\\\/dockercon1-664x380.png?fit=664%2C380&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Docker\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/\",\"name\":\"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows - Hostnic.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/11\\\/dockercon1-664x380.png?fit=664%2C380&ssl=1\",\"datePublished\":\"2018-11-25T10:34:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-25T03:43:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a782d1235d484e7630007157996e5a49\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/11\\\/dockercon1-664x380.png?fit=664%2C380&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/11\\\/dockercon1-664x380.png?fit=664%2C380&ssl=1\",\"width\":664,\"height\":380},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/tutorial\\\/docker\\\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"hostnic.id\",\"description\":\"Info, Tips dan Tutorial Seputar Layanan Hostnic\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a782d1235d484e7630007157996e5a49\",\"name\":\"Ari Sigit\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/140001cab6874fc4d4cecb4b3519ceca05b4fa2543ed46c5dae3704831ed3a2d?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/140001cab6874fc4d4cecb4b3519ceca05b4fa2543ed46c5dae3704831ed3a2d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/140001cab6874fc4d4cecb4b3519ceca05b4fa2543ed46c5dae3704831ed3a2d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ari Sigit\"},\"description\":\"Application Developer &amp; Support Specialist\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.hostnic.id\\\/blog\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows - Hostnic.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows - Hostnic.id","og_description":"Pada artikel ini saya akan menjelaskan mengenai Docker,\u00a0Belajar Awal &amp; Cara Instalasi Docker.\u00a0Meskipun teknologi cloud yang semakin canggih dapat mempermudah Anda, namun Docker adalah jawaban lain untuk mengatasi permasalahan tersebut. Docker merupakan solusi dari permasalahan yang kerap dialami para developer untuk mengembangkan aplikasi mereka agar bisa berjalan fleksibel di berbagai lingkungan. Docker menjadi perhatian para [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/","og_site_name":"Hostnic.id","article_published_time":"2018-11-25T10:34:27+00:00","article_modified_time":"2025-06-25T03:43:11+00:00","og_image":[{"width":664,"height":380,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/dockercon1-664x380.png","type":"image\/png"}],"author":"Ari Sigit","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ari Sigit","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/"},"author":{"name":"Ari Sigit","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#\/schema\/person\/a782d1235d484e7630007157996e5a49"},"headline":"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows","datePublished":"2018-11-25T10:34:27+00:00","dateModified":"2025-06-25T03:43:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/"},"wordCount":1360,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/dockercon1-664x380.png?fit=664%2C380&ssl=1","articleSection":["Docker"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/","url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/","name":"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows - Hostnic.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/dockercon1-664x380.png?fit=664%2C380&ssl=1","datePublished":"2018-11-25T10:34:27+00:00","dateModified":"2025-06-25T03:43:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#\/schema\/person\/a782d1235d484e7630007157996e5a49"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/dockercon1-664x380.png?fit=664%2C380&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/dockercon1-664x380.png?fit=664%2C380&ssl=1","width":664,"height":380},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/docker\/pengertian-serta-cara-instalasi-docker-di-linux-dan-windows\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Serta Cara Instalasi Docker di Linux dan Windows"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/","name":"hostnic.id","description":"Info, Tips dan Tutorial Seputar Layanan Hostnic","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/#\/schema\/person\/a782d1235d484e7630007157996e5a49","name":"Ari Sigit","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/140001cab6874fc4d4cecb4b3519ceca05b4fa2543ed46c5dae3704831ed3a2d?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/140001cab6874fc4d4cecb4b3519ceca05b4fa2543ed46c5dae3704831ed3a2d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/140001cab6874fc4d4cecb4b3519ceca05b4fa2543ed46c5dae3704831ed3a2d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ari Sigit"},"description":"Application Developer &amp; Support Specialist","url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/dockercon1-664x380.png?fit=664%2C380&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8D2mv-s4","jetpack-related-posts":[{"id":6544,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/containerization-adalah-mengoptimalkan-pengelolaan-aplikasi\/","url_meta":{"origin":1740,"position":0},"title":"Containerization Adalah: Mengoptimalkan Pengelolaan Aplikasi","author":"Monic","date":"2023-08-22","format":false,"excerpt":"Selamat pagi, pembaca! Bagaimana kabar Kamu hari ini? Kami harap semuanya berjalan baik-baik saja. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang Containerization dan bagaimana hal ini dapat mengoptimalkan pengelolaan aplikasi di Indonesia. Containerization adalah suatu konsep yang memungkinkan pengembang dan pengelola aplikasi untuk menjalankan aplikasi-aplikasi mereka secara efisien dan aman.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Teknologi&quot;","block_context":{"text":"Teknologi","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/teknologi\/"},"img":{"alt_text":"Containerization Adalah: Mengoptimalkan Pengelolaan Aplikasi","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/young-woman-eye-reflects-colorfu.jpg?fit=826%2C472&ssl=1%3Fv%3D1692734449&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/young-woman-eye-reflects-colorfu.jpg?fit=826%2C472&ssl=1%3Fv%3D1692734449&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/young-woman-eye-reflects-colorfu.jpg?fit=826%2C472&ssl=1%3Fv%3D1692734449&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/young-woman-eye-reflects-colorfu.jpg?fit=826%2C472&ssl=1%3Fv%3D1692734449&resize=700%2C400 2x"},"classes":[]},{"id":2448,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/check-package-yang-terinstall-di-centos\/","url_meta":{"origin":1740,"position":1},"title":"Check package yang terinstall di CentOS","author":"Nanda Anubis","date":"2019-07-04","format":false,"excerpt":"Beberapa command untuk pengechekan : Menggunakan RPM Manager#rpm -qa Output : kpartx-0.4.9-123.el7.x86_64 dracut-033-554.el7.x86_64 elfutils-libs-0.172-2.el7.x86_64 #rpm -q kpartx Output : kpartx-0.4.9-123.el7.x86_64 Menggunakan YUM #yum list installedOutput : whois.x86_64 5.1.1-2.el7 @base Menggunakan YUM history installasi #yum historyOutput : ID | Command line | Date and time | Action(s) | Altered ------------------------------------------------------------------------------- 10\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Linux&quot;","block_context":{"text":"Linux","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/tutorial\/linux\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/centos.png?fit=710%2C444&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/centos.png?fit=710%2C444&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/centos.png?fit=710%2C444&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/centos.png?fit=710%2C444&ssl=1&resize=700%2C400 2x"},"classes":[]},{"id":2283,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/tutorial\/install-tensorflow-di-ubuntu-18-04-dan-debian-9\/","url_meta":{"origin":1740,"position":2},"title":"Install TensorFlow Di Ubuntu 18.04 dan Debian 9","author":"Nanda Anubis","date":"2019-06-06","format":false,"excerpt":"TensorFlow adalah platform gratis yang dibangun oleh google, TensorFlow diinstall pada pemograman python\u00a0 sebagai wadah dari docker yang dicombine dengan anaconda. TensorFlow di install pada virtual environtment python. Dengan menggunakan TensorFlow dapat memiliki beberapa lingkungan python terisolasi yang berbeda pada satu komputer dan menginstall versi spesifik modul pada pada basis\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Linux&quot;","block_context":{"text":"Linux","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/tutorial\/linux\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/tensor.jpg?fit=1000%2C530&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/tensor.jpg?fit=1000%2C530&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/tensor.jpg?fit=1000%2C530&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/tensor.jpg?fit=1000%2C530&ssl=1&resize=700%2C400 2x"},"classes":[]},{"id":8771,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/teknologi\/centos-7-fitur-dan-keunggulan-versi-centos-terbaru\/","url_meta":{"origin":1740,"position":3},"title":"CentOS 7: Fitur dan Keunggulan Versi CentOS Terbaru","author":"Monic","date":"2023-10-23","format":false,"excerpt":"Pendahuluan Sahabat Hostnic! Apakakabar sahabat semua? Semoga sehat selalu. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas fitur dan keunggulan dari versi terbaru CentOS, yaitu CentOS 7. CentOS 7 merupakan salah satu distribusi Linux yang populer dan banyak digunakan di berbagai lingkungan, baik itu untuk keperluan server maupun pengembangan aplikasi. Dalam\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Teknologi&quot;","block_context":{"text":"Teknologi","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/teknologi\/"},"img":{"alt_text":"centos 7","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/html-system-websites-concept_23-1.jpg?fit=740%2C494&ssl=1%3Fv%3D1698076781&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/html-system-websites-concept_23-1.jpg?fit=740%2C494&ssl=1%3Fv%3D1698076781&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/html-system-websites-concept_23-1.jpg?fit=740%2C494&ssl=1%3Fv%3D1698076781&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/html-system-websites-concept_23-1.jpg?fit=740%2C494&ssl=1%3Fv%3D1698076781&resize=700%2C400 2x"},"classes":[]},{"id":10643,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/berita\/vps-untuk-developer\/","url_meta":{"origin":1740,"position":4},"title":"VPS untuk Developer Mulai 75 Ribuan\/Bulan","author":"Marketing","date":"2026-01-19","format":false,"excerpt":"Virtual Private Server (VPS) kini menjadi pilihan utama bagi developer, startup, dan tim IT yang membutuhkan kontrol penuh atas lingkungan server. VPS untuk developer memungkinkan kami menjalankan pengujian aplikasi, deployment ke production, hingga pengelolaan microservices dengan lebih stabil dibandingkan shared hosting. Dibandingkan layanan hosting biasa, VPS menawarkan resource terdedikasi, performa\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita&quot;","block_context":{"text":"Berita","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/berita\/"},"img":{"alt_text":"vps untuk developer","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/vps-untuk-developer.jpg?fit=800%2C600&ssl=1%3Fv%3D1768801418&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/vps-untuk-developer.jpg?fit=800%2C600&ssl=1%3Fv%3D1768801418&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/vps-untuk-developer.jpg?fit=800%2C600&ssl=1%3Fv%3D1768801418&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/www.hostnic.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/vps-untuk-developer.jpg?fit=800%2C600&ssl=1%3Fv%3D1768801418&resize=700%2C400 2x"},"classes":[]},{"id":5191,"url":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/berita\/vps-linux-murah-ssd-per-bulan\/","url_meta":{"origin":1740,"position":5},"title":"VPS Linux Murah SSD Mulai Dari Rp 58.000 Per Bulan!","author":"Monic","date":"2022-06-18","format":false,"excerpt":"Mencari VPS linux murah yang sudah mempunyai penyimpanan SSD super cepat? Anda sudah berada di tempat yang tepat. Kami menawarkan virtual private server dengan harga yang relatif terjangkau mulai dari Rp 58.000 per bulannya Anda sudah bisa menginstall virtual machine sendiri untuk kebutuhan web development atau keperluan proyek personal. Layanan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita&quot;","block_context":{"text":"Berita","link":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/.\/berita\/"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1740"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1740\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10171,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1740\/revisions\/10171"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostnic.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}